3 Langkah Menuju Khusnul Khotimah

3 langkah khusnul khatimah

Membersihkan Diri Dengan Taubat Atas Segala Dosa dan Kesalahan
"Dan dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang shaleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat". (QS. Asy Syuura : 25-27)

Taubat bukan hanya sekedar penghapus dosa saja, lebih dari itu yakni sebagai sarana untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah. Para Rasul dan Nabi meskipun sudah dalam keadaan suci, mereka tetap bertaubat sepanjang hidupnya memohon limpahan maghfirah-Nya. Mengikuti jejak para Nabi apabila seorang muslim hendak berdoa selalu diawali dengan mohon ampun terlebih dahulu dengan membaca istighfar dan diteruskan dengan membaca shalawat Nabi.

Keberuntungan dari taubat orang yang beriman adalah keberuntungan yang kekal, yang diterimanya di dunia dan akhirat, karena mahabbah (perasaan cinta) mereka kepada Allah dan rasa bencinya kepada bujukan dan tekanan iblis sebagai musuh Allah yang Maha Perkasa. Rasulullah saw meskipun telah terpelihara dari dosa, tetapi beliau tetap saja memohon ampunan-Nya, bahkan semakin diperbanyak taubatnya, Rasulullah pun membaca istighfar minimal 100 kali dalam sehari. Semoga saja kita dapat mengikuti jejak beliau dalam memohon ampun.

Uswatun Hasanah (Cara Hidup Yang Diridhoi Allah)
"Sesungguhnya pada (diri) Rasulullah itu adalah teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (keselamatan) di hari akhir dan yang banyak mengingat Allah". (QS. Al Ahzab : 21)

Cahaya tuntunan Nabi Muhammad saw tidak hanya dalam hal ibadah saja, tapi meliputi cara hidup way of life yang diikuti pengikutnya yang patuh dan taat terhadap ajaran yang terdapat dalam Al Qur'an dan sunnah Nabi saw. Sebelum di Isyra Mi'rajkan terlebih dahulu disucikan hatinya di sisi ka'bah oleh malaikat atas perintah Allah swt. Sudah barang tentu tidak ada keraguan sedikitpun pada sikap dan tindakan beliau untuk kita jadikan suri tauladan hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Nilai-nilai terpuji yang terkandung dalam uswatun khasanah memberikan motivasi dan arah hidup yang diridhai Allah. Rasulullah saw berakhlak mulia, tawadhu tidak arogan dalam sikap dan penampilan, beliau tidak memilih orang ambisius menjadi pemimpin dan sangat mengkhawatirkan gebyar kemewahan.

Mengisi Hidup Dengan Selalu Berdzikir Kepada Allah
Setelah melewati alam kubur dan alam barzah, manusia diadili atas amal ibadah dan amal perbuatannya dwngan saksi-saksi para Nabi, Rasul dan para Syuhada, dimana dipertunjukkan titian rambut dibelah tujuh sebagai perlambang jalan kembali yang pernah dilewatinya semasa hidup di dunia. Sangat beruntung mereka yang mendapat syafaat dari Rasulullah saw dan menerima kitab catatan amalnya dari sebelah kanan dan sangat merugi orang yang sebaliknya, menerima kitab amalnya dari sebelah kiri.

Untuk mendapatkan syafaat, umat Nabi Muhammad saw harus mencintai Allah dan Rasul-Nya lebi dari cintanya pada yang lain, banyak berdzikir, selalu berusaha mendekat kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya. Untuk kepentingannya sendiri, manusi akan mengalami ketenangan hidup bila terus memperbaiki derajat keimanan dan rasa takwa pada berbagai situasi dan permasalahan yang dihadapinya. Barang siapa mengharapkan syafaat, dia harus akrab dengan Allah dan Rasul-Nya antara lain membiasakan diri beramal sunnah dan mengucapkan shalawat untuk Nabi. Bagi muslimah khususnya, busana yang dikenakannya akan sangat menentukan perolehan syafaat Rasul, sesuai sabda beliau : "Busana yang kau kenakan akan menyebabkan engkau dilindungi dan dikenali".

Berdzikir atau dzikrullah berarti selalu mengingat Allah pada berbagai macam kondisi, sewaktu bekerja, di waktu lapang atau sempit, bisa dalam bentuk amal ibadah, memujinya, mebaca firman-Nya, berdialog dwngan-Nya, menuntu ilmu-Nya, berdoa dan memohon kepada-Nya. Dalam berdzikir hendaknya disertai dwngan perenungan mengenai apa yang didzikirkan, bila tidak dzikir menjadi kosong, tidak berjiwa. Dzikir harus dilaksanakan dengan khusyu, penuh kosentrasi tidak terpengaruh suasana apapun di sekitar kita. Karenanya hati harus hadir, memahami makna dan arti yang kita panjatkan.

Ketakwaan sebagai perwujudan keikhlasan dan kepatuhan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi apa yang tidak dikehendaki-Nya. Semua itu semakin disadarinya sebagi sifat kasih sayang dan rahmat Allha kepada hamba-Nya, bukan semata-mata sebagai kewajiban orang beragama semata. Segala yang ditetapkan Allah sebagai qodo dan qadar-Nya diterima dengan penuh keikhlasan, yang dipandangnya kurang baik diterima dengan kesabaran, sedang hal-hal yang tampak menyenangkan ditanggapinya dengan rasa syukur dan kewaspadaan. Dia meyakini bahwa Allah telah memilihkan hasil yang terbaik dan tempat serta waktu yang paling memberikan hikmah buat manfaat keberuntungan hidup di dunia dan akhiratnya.

Manusia, flora dan fauna sebagai makhluk ciptaan-Nya, dengan habitat masing-masing mempunyai siklus hidup yang berbeda. Kepada manusia diberikan kelebihan akal-kalbu yang membuat manusia mampu berikhtiar dengan jangkauan keberhasilannya ditentukan oleh apa yang dikehendaki Allah, sehingga keikhlasan menerima hasil result setelah berusaha keras dan berupaya sebaik mungkin membuat denyut nadi kehidupannya berdetak lebih tenang dan teratur. Insya Allah.

Baca juga cara mengetahui tanda-tanda kematian

* Bismillah...wellcome to Postart Alifah
* View web version untuk berkomentar, bagi yang menggunakan smartphone
* Berkomentarlah dengan bijak, and have I nice day

ARTIKEL MENARIK LAINNYA